Presiden Soeharto dalam Kenangan
“Jika pembangunan di
bidang pangan ini dinilai berhasil, itu merupakan kerja raksasa dari seluruh
bangsa Indonesia,” pidato Soeharto dalam Konferensi ke-23 Organisasi Pangan
dan Pertanian Dunia (FAO).
Dalam Konferensi yang diselenggarakan di Roma, Italia
tersebut, Indonesia dipilih untuk maju ke podium untuk berpidato yang
diwakilkan oleh Presiden Soeharto. Sebanyak 165 negara anggota mengirimkan
wakilnya untuk mengikuti konferensi ini.
Indonesia yang menjadi komandan pada konferensi tersebut
bukan tanpa alasan. Ini dikarenakan keberhasilan Presiden Soeharto menjadikan
Indonesia sebagai pengimpor beras terbesar di dunia. Indonesia mengecap
swasembada pada tahun 1984 dengan produksi beras sebesar 25,8 juta ton. Dengan
prestasi ini, FAO memberikan penghargaan berupa medali emas yang diserahkan
pada 21 Juli 1986.
Selain dalam bidang pangan, Soeharto juga berhasil
menyukseskan program kepedendudukan dan keluarga berencana. Dengan program
tersebut jumlah populasi di Indonesia dapat dikontrol sedikit demi sedikit. Atas
kesuksesan program tersebut, Presiden Soeharto diundang ke Markas Besar PBB di
New York pada 8 Juni 1989 untuk menerima piagam penghargaan perorangan. “Kenaikan produksi pangan tidak banyak
berarti jika pertambahan jumlah penduduk tidak terkendali,” kata Soeharto.
Di Markas Besar PBB tersebut Soeharto dianugerahi
penghargaan tertinggi PBB di bidang kependudukan. Penghargaan itu diberikan
langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Javier de Cueller yang bertepatan dengan
ulang tahun Soeharto ke-68.
Pada masa kepemimpinannya Presiden Soeharto memang
menargetkan pertumbuhan ekonomi sebagai tugas dan tujuan pemerintah. Para
teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden
Soekarno yang cenderung sosialis dimanfaatkan potensinya oleh Presiden
Soeharto. Teknokrat-teknokrat tersebut pada umumnya berpendidikan barat dan
liberal. Dalam menjalankan ekonomi, Indonesia mendapat bantuan dari
negara-negara maju yang tergabung dalam IGGI. Pada tahun 1992, pemerintah
Indonesia memutuskan hubungan dengan IGGI karena sudah turut ikut campur ke
dalam urusan dalam negeri, khususnya dalam kasus Timor Timur pasca insiden
Dili.
Peranan IGGI digantikan oleh CGI yang disponsori oleh negara
maju Prancis. Indonesia juga mendapat bantuan dari lembaga-lembaga di bawah
naungan PBB seperti UNICEF, UNESCO, dan WHO.
Sebagai presiden Indonesia selama lebih dari 30 tahun,
Soeharto banyak mempengaruhi sejarah Indonesia setelah terpilih menggantikan
Soekarno. Soeharto berhasil menumpas komunisme di Indonesia dan melarang
pembentukan partai yang berasas komunisme. Invasi ke Timor Timur yang dilakukan
Indonesia pada saat itu juga didasari oleh kekhawatiran atas partai Fretilin
(partai yang berhaluan sosialis-komunis) berkuasa.
Sumber: Wikipedia

Comments
Post a Comment