Posts

Showing posts with the label Sejarah

Penyebaran Kitab Sabilal Muhtadin Di Asia Tenggara

Image
  Pada bulan Ramadhan tahun 1186 H, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Abdul Wahab Bugis tiba di Tanah Banjar yang disambut dengan meriah oleh masyarakat setempat. Kedatangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari   dari tanah Haramain membawa berbagai kitab-kitab agama yang didapat selama belajar di sana. Beberapa kitab bahkan beliau salin sendiri karena masih minimnya percetakan pada masa itu. Dari kitab-kitab inilah yang menjadikan rujukan bagi Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ketika mengajar maupun memberikan fatwa.

Sumbangsih Universitas Qarawiyyin

Image
  UNESCO dan the book Guinness World Record menetapkan Universitas Qarawiyyin sebagai universitas pemberi gelar pertama sekaligus tertua di dunia. Universitas ini didirikan pada tahun 895 di kota Fes, Maroko oleh seorang muslimah yang bernama Fatimah Al-Fihri. Beliau mempergunakan hartanya untuk kemajuan pendidikan di kota tersebut. Namun, siapa sangka bahwa seiring berjalannya waktu lembaga pendidikan ini semakin besar dan menampung murid dari berbagai negara.

Tradisi Belajar Mengajar Keluarga Besar Datu Kalampayan

Image
  Pada abad ke-18 Kesultanan Banjar memberangkatkan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk menuntut ilmu ke Mekkah dan Madinah. Kebulatan hati dan tekad Syekh Muhammad Arsayd Al-Banjari untuk menuntut ilmu menjadikan beliau sebagai ulama terkemuka pada zamannya. Hal ini pernah diungkapkan oleh guru beliau yang bernama Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi. Dari sekian murid Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari berhasil menjawab pertanyaan yang begitu sulit pada suatu kesempatan di majelis ilmu tersebut.

Kesultanan Kutai Menolak Hubungan Dagang dengan VOC

Image
Pada abad ke-17 VOC mencoba melakukan kontak dengan Kesultanan Kutai. Kontak pertama terjadi pada tahun 1634 yang membicarakan urusan dagang. VOC mengajak Kesultanan Kutai untuk mengusir para pedagang dari Makassar dan Jawa agar mereka dapat memonopoli perdagangan.

Sistem Feodal di Perancis

Image
  Tatanan masyarakat Perancis pada masanya pernah memakai sistem feodal yang didalamnya terdapat perbedaan hak dan kewajiban warga negara berdasarkan status sosial. Sebab sistem kemasyarakat ini didasarkan atas   azas ketidaksamaan. Masyarakat Perancis ketika itu terbagi menjadi tiga golongan yaitu golongan bangsawan ( ordre de la noblesse ), golongan rohaniawan ( ordre du CLerge), dan rakyat jelata (ordre du Tiers Etats) . Golongan bangsawan dan rohaniawan memiliki hak-hak istimewa yang berbeda sekali dengan golongan terbawah yaitu rakyat jelata. Dalam segi kuantitas golongan terbawah merupakan bagian yang besar pada masyarakat Perancis namun mereka bagaikan sapi perah yang dimanfaatkan dua golongan di atas.

Riwayat Tembakau dari Eropa ke Nusantara

Image
  Lembah sungai Maranon di timur laut Peru menjadi saksi penemuan fosil yang diduga daun tembakau oleh Museum Paleontologi Meyer-Honniger pada 2010. Atas dasar ini beberapa ahli arkeologi berpendapat bahwa tanaman ini sudah lama tumbuh di Amerika Tengah sebelum sejak tahun 6000 SM. Pada perkembangannya tanaman tembakau ini dibudidayakan mulai dari Meksiko sampai ke Antila dan Florida.

Putri Junjung Buih dari Tanjungpura

Image
Pada abad ke-7 masyarakat wilayah Tajungpura masih berbentuk kelompok-kelompok yang dipimpin oleh ketua kelompok masing-masing. Seiring berjalannya waktu kelompok-kelompok tersebut menyatukan diri dan memilih pemimpin tunggal. Mereka sepakat memilih Ratu Mangkup sebagai pemimpin mereka. Kondisi masyarakat pada masa kepemimpinan Ratu Mangkup berjalan damai dan aman.

Maluku Diperebutkan Bangsa Eropa

Image
  Kekayaan alam Maluku berhasil memikat penjajah Eropa untuk menguasainya. Pada abad ke-16 penjelajah dari Portugis dan Spanyol tiba di Maluku. Dua negara ini bertikai untuk memperebutkan monopoli perdagangan di Maluku. Untuk menyudahi pertikaian ini maka digelar perjanjian antara Portugis dan Spanyol yang terkenal dengan Perjanjian Saragosa. Isi perjanjian ini membagi wilayah bumi menjadi dua bagian yang dikuasai Portugis dan Spanyol. Portugis mendapat wilayah dari Brazil ke arah timur sampai ke   Maluku. Alhasil, Spanyol harus pergi meninggalkan Maluku yang secara resmi dikuasai oleh Portugis berdasarkan Perjanjian Saragosa.

Rumah Tradisional Banjar Dimasa Kesultanan

Image
  Dalam khazanah budaya Banjar terdapat rumah tradisional yang menjadi ciri khas dari Suku Banjar. Rumah tradisional Banjar terdiri dari 12 jenis dengan bentuk dan fungsi yang berbeda. Salah jenis yang terkenal ialah Rumah Bubungan Tinggi yang digunakan sebagai tempat tinggal Sultan Banjar pada zamannya.  

Desa Pahandut, Awal Mula Kota Palangkaraya

Image
  Pada tepi Sungai Kahayan bagian hilir terdapat sebuah daerah bernama Lewu Rawi   yang digunakan untuk bertani dan berkebun oleh penduduk sekitarnya. Namun, ada sepasang suami istri yang merasa keadaan tanah di Lewu Rawi tidak cocok dengan tanaman yang mereka tanam. Mereka pun memutuskan untuk mencari lahan lain dengan mendayung perahu ke arah hilir menyusuri Sungai Kahayan.

Adat Mendirikan Rumah Oleh Suku Banjar

Image
  Dalam kebudayaan suku Banjar terdapat rumah tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat setempat. Terdapat berbagai jenis rumah tradisional Banjar yang diantaranya ialah rumah Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku. Dua rumah ini jika dilihat sekilas memiliki bentuk yang mirip. Perbedaanya terletak bagian paluaran rumah Bubungan Tinggi yang berjenjang sementara pada rumah Gajah Baliku tidak berjenjang. Selain itu, pada atap paluaran rumah Gajah Baliku memakai konstruksi kuda-kuda dengan atap perisai.

Markas Perjuangan Alam Roh

Image
  Pergerakan perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945 menggelora ke seluruh daerah. Termasuk di Kalimantan Selatan, rakyat yang bergerak independen membentuk organisasi, kelaskaran, ataupun pasukan-pasukan kecil. Hal ini terjadi pada akhir tahun 1947 dengan lahirnya organisasi perjuangan bernama PS 6 ST Bantam. Organisasi ini dipelopori oleh 6 orang yang bernama Burhan Saniman, M. Rusdi, H. Hadhariyah, M. Artum Husin, dan Imansyah.

Hubungan Agama dan Negara

Image
  Pada sidang konstituante tahun 1956-1959 terdapat dua golongan besar yang berdebat mengenai konstitusi baru bagi Indonesia. Dua golongan ini ialah golongan Islam dan golongan Pancasila. Partai-partai Islam yang besar seperti Masyumi, Nahdlatul Ulama, Perti, dan PSII berusaha memperjuangkan konstitusi berdasarkan Islam. Mohammad Natsir dari Masyumi beberapa kali mengutarakan pidatonya pada sidang tersebut mengenai hubungan negara dan agama.

Indonesia Dalam Kemerdekaan Tiga Negara

Image
Ketika Indonesia merdeka tahun 1945 ada beberapa negara di Afrika Utara yang masih memperjuangkan kemerdekaannya. Diantara negara tersebut ialah Tunisia, Aljazair, dan Maroko. Upaya diplomatik dilakukan mereka untuk mendapat dukungan kemerdekaan dari negara lain.

Aceh Meminta Bantuan Kepada Turki Utsmaniyah

Image
  Pada tahun 2013 ditemukan koin bertuliskan nama Alauidn Syah Al-Kahar yang merupakan Sultan Aceh yang berdampingan dengan Sulaiman I dari Kesultanan Turki Utsmaniyah. Dua nama yang bersandingan pada koin ini menjadi bukti hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dengan Kesultanan Turki Utsmaniyah.

Kepulangan Musso melahirkan Pemberontakan PKI

Image
Di sebuah negeri di Eropa pada Maret 1948 terjadi sebuah pertemuan antara Musso dan Soeripno. Dalam pertemuan tersebut Musso meminta bantuan kepada Soeripno untuk dapat membawanya pulang ke Indonesia. Musso berdalih bahwa ia membawa misi baru dar Moskow yang akan dilakukannya di Indonesia.

Buya Hamka Membela Sila Ketuhanan

Image
Pada tanggal 7 Mei 1951 Presiden Soekarno berpidato dalam peringatan acara Isra Mi’raj di Istana Negara. Dalam pidatonya Soekarno memberi nasihat kepada umat Islam Indonesia agar bersatu berjuang menegakkan negara Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar perjuangan. Menurut Soekarno ketika itu masih ada saja kelompok masyarakat Indonesia yang mengambil nilai Pancasila hanya sepotong-sepotong saja. Salah satu kelompok tersebut hanya mengambil sila Ketuhanan Yang Maha Esa saja. Sementara kelompok lainnya hanya mengamalkan sila Keadilan Sosial saja.

Dasar Negara Islam dalam Sidang BPUPKI

Image
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mulai bersidang pada tanggal 28 Mei 1945. Salah satu hal yang akan dibahas oleh anggota BPUPKI adalah mengenai dasar negara Indonesia. Pada sidang ini terdapat dua kubu yang berseberangan dalam menentukan dasar negara. Kubu nasionalis Islam dan nasionalis sekuler. Hal ini dapat dilihat dari pidato Soepomo.

Pertempuran 9 November 1945 Banjarmasin

Image
Menyerahnya Jepang terhadap Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 membuka jalan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dua hari berselang tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan Indonesia benar-benar terjadi. Namun, perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak berhenti sampai disitu.

Arabian Press Board Membantu Kemerdekaan Indonesia

Image
Selain kantor berita Antara dan Domei terdpat juga kantor berita Arabian Press Board (APB) yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia. APB didirikan oleh dua orang keturunan Arab-Indonesia yang bernama Mohammad Dzya Shahab dan Mohammad Asad Shahab. Mereka berpendapat bahwa berita kemerdekaan Indonesia harus juga di dengar sampai ke mancanegara. Terlebih wilayah Timur Tengah yang sudah menjalin hubungan dengan Indonesia sejak ratusan tahun dengan banyaknya orang Indonesia yang menuntut ilmu agama di sana.