Posts

Showing posts with the label Tokoh

Syekh Salman Al-Farisi Ulama dari Tapin

Image
  Syekh Salman Al-Farisi merupakan salah satu ulama masyur yang bermakam di Tapin. Beliau lahir di Dalam Pagar pada 25 Safar 1279 H dari pasangan Qadhi Mahmud dan Diyang. Qadhi Mahmud merupakan ulama terkemuka pada masanya yang menjabat sebagai qadhi Kesultanan Banjar. Diantara murid-murid Qadhi Mahmud ialah Sultan Adam Al-Wasiq Billah, Pangeran Jaya Dinata, dan Pangeran Surya Dinta.

Hubungan Agama dan Negara

Image
  Pada sidang konstituante tahun 1956-1959 terdapat dua golongan besar yang berdebat mengenai konstitusi baru bagi Indonesia. Dua golongan ini ialah golongan Islam dan golongan Pancasila. Partai-partai Islam yang besar seperti Masyumi, Nahdlatul Ulama, Perti, dan PSII berusaha memperjuangkan konstitusi berdasarkan Islam. Mohammad Natsir dari Masyumi beberapa kali mengutarakan pidatonya pada sidang tersebut mengenai hubungan negara dan agama.

Pangeran Mohammad Noor Memperjuangkan Kalimantan

Image
Pangeran Mohammad Noor merupakan salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Kalimantan. Pangeran Mohammad Noor lahir di Martapura pada 24 Juni 1901. Beliau merupakan bangsawan Banjar keturunan Sultan Adam Al-Watsiq Billah.

Syekh Nafis Al-Banjari dan Kitab Ad Durun Nafis

Image
  Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah gudangnya ulama. Silih berganti lahir penerus ulama yang melanjutkan estafet dakwah di Kalimantan Selatan. Salah satu ulama tersebut ialah Syekh Muhammad Nafis bin Idris Al-Banjari. Beliau merupakan ulama yang silsilahnya tersambung sampai ke Sultan Suriansyah, yang merupakan Sultan Banjar pertama.

Panglima Batur Yang Dihukum Gantung

Image
Persaudaraan yang erat Suku Dayak dan Banjar di tanah Kalimantan menjadi kekuatan yang besar ketika perang melawan penjajah Belanda. Para pejuang-pejuang Suku Dayak ikut bergabung dengan pasukan Pangeran Antasari ketika perang berkecamuk. Setelah Pangeran Antasari wafat pimpinan perang diteruskan oleh anaknya Sultan Muhammad Seman. Salah satu pejuang Dayak yang begitu setia dengan Sultan Muhammad Seman adalah Panglima Batur.

Buya Hamka Membela Sila Ketuhanan

Image
Pada tanggal 7 Mei 1951 Presiden Soekarno berpidato dalam peringatan acara Isra Mi’raj di Istana Negara. Dalam pidatonya Soekarno memberi nasihat kepada umat Islam Indonesia agar bersatu berjuang menegakkan negara Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar perjuangan. Menurut Soekarno ketika itu masih ada saja kelompok masyarakat Indonesia yang mengambil nilai Pancasila hanya sepotong-sepotong saja. Salah satu kelompok tersebut hanya mengambil sila Ketuhanan Yang Maha Esa saja. Sementara kelompok lainnya hanya mengamalkan sila Keadilan Sosial saja.

Kota Banjarmasin, Dari Belanda ke Jepang

Image
Pendudukan Belanda di Banjarmasin berdampak pada pembangunan fisik kota. Di awal abad ke-20 kota Banjarmasin dapat dinikmati dengan sebagai kota yang indah, bersih, dan teratur. Langkah awal menata kota Banjarmasin terjadi pada tahun 1899 di zaman Residen Kroesen. Rencana pembangunan memprioritaskan pembangunan yang berdampak pada ekonomi, pertanian, dan angkutan air. Namun, rencana ini gagal dilaksanakan.

Datu Abdussamad, Ulama dari Tanah Bakumpai

Image
Syekh Abdussamad Al Banjari merupakan ulama yang lahir di Marabahan pada tanggal 24 Dzulkaidah 1237 H. Beliau merupakan keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dengan silsilah Syekh Abdussamad bin Mufti Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Sementara itu ibu beliau bernama Samayah binti Sumandi. Karena lahir di Marabahan beliau juga masyur dikenal oleh masyarakat dengan panggilan Datu Abdussamad Bakumpai atau Datu Bakumpai.

Sultan Muhammad Seman, "Haram Manyarah"

Image
Babak baru Perang Banjar dimulai ketika Pangeran Antasari meninggal dunia tahun 1862. Perjuangan melawan Belanda diteruskan oleh anak beliau Sultan Muhammad Seman yang diangkat menjadi Sultan Banjar. Walaupun Kesultanan Banjar secara sepihak telah dihapus oleh Belanda pada sebuah maklumat tanggal 11 Juni 1860 para bangsawan Banjar tetap tidak mengakui penguasaan Belanda atas tanah Banjar. Mereka mendirikan pemerintahan darurat sebagai penerus Kesultanan Banjar di Kalimantan Tengah yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Seman.

Tan Malaka Berdebat dengan Soekarno

Image
Setelah berpetualang di Eropa dan Asia, Tan Malaka memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1943. Ketika itu terjadi pemindahan kekuasaan di Indonesia karena Belanda menyerah kepada Jepang. Tan Malaka memilih daerah Bayah di Banten sebagai tempat tinggalnya untuk beberapa saat.

Habib Ali Al Habsyi, Pengarang Maulid Simtudduror

Image
Kitab Maulid Simtudduror begitu masyur dikalangan umat Islam Indonesia. Kitab yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW menjadi bacaan rutin bagi sebagian umat Islam. Seperti di Sekumpul, Kalimantan Selatan yang setiap malam Senin diadakan pembacaan maulid ini. Mushalla Ar-Raudhah Sekumpul selalu dipenuhi jamaah yang meluber hingga keluar regol. Suasana Sekumpul yang dipenuhi jamaah setiap malam Senin menjadi pemandangan umum bagi masyarakt sekitar. Puncaknya ialah ketika peringatan Haul Tuan Guru Sekumpul yang diisi dengan pembacaan Maulid Simtudduror. Jamaah semakin membludak hingga ke kota sebelah Banjarbaru.

Syekh Abdul Qadir Al Jailani Menegur Orang Beribadah

Image
Suatu hari Syekh Abdul Qadir Al Jailani didatangi oleh para pemuka agama dan tokoh masyarakat. Mereka meminta kepada beliau untuk berhadir di suatu majelis kota Baghdad. Namun, Syekh Abdul Qadir Al Jailani menolak tawaran tersebut. Mereka pun kembali meminta kepada beliau untuk dapat berhadir di majelis tersebut dengan dalih mendapatkan barokah dari Syekh Abdul Qadir Al Jailani. Akhirnya, Syekh Abdul Qadir Al Jailani menerima tawaran mereka.

Tan Malaka di Singapura

Image
Tan Malaka merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari ranah Minang. Walaupun menyandang gelar pahlawan nasional nama Tan Malaka seakan-akan masih tenggelam. Bahkan kisah-kisah perjuangannya hampir dilupakan begitu saja di zaman ini. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1925 Tan Malaka sudah memliliki gagasan mengenai bentuk negara Indonesia ketika merdeka. Hal ini ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (1925). Sebuah tulisan yang melampai zamannya. Bahkan, buku inilah yang menginspirasi perjuangan Soekarno. M. Hatta, dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Mengingat Panglima Wangkang

Image
Masih begitu banyak pejuang-pejuang Kalimantan yang namanya tenggelam begitu saja. Mereka yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raga demi tanah air tercinta hilang begitu saja tanpa dikenang.   Hal ini pula yang terjadi pada pejuang-pejuang dari suku Dayak. Tidak banyak yang tahu bahwa pejuang-pejuang dari suku Dayak juga ikut bergabung dengan suku Banjar dalam Perang Banjar Barito. Salah satu pejuang dari suku Dayak tersebut ialah Panglima Wangkang.

Datu Amin, Pejuang Banjar Sekaligus Mufti Agama

Image
Perjuangan rakyat Banjar dalam menentang penjajahan Belanda melibatkan seluruh golongan masyarakat. Termasuk para tuan guru atau ulama yang ikut juga berjuang karena melihat kondisi umat yang ditindas. Diantara ulama Banjar tersebut ialah Syekh Muhammad Amin bin Haji Muhammad Yaqub atau yang masyur disebut masyarakat dengan panggilan Datu Amin Banua Anyar.

Mimpi Osman Ghazi akan Konstantinopel

Image
Kisah tentang kejamnya tentara Mongol sampai juga ke telinga sekelompok klan Orghuz. Ketika itu terjadi eksekusi massal terhadap penduduk Merv pada tahun 1221. Penduduk yang dieksekusi terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak tersebut digiring bersama lalu diserahkan kepada para prajurit untuk dieksekusi.

Asrar Muhammad

Image
Muhammad al-Mushthafa Saw., laki-laki buta huruf (ummi) , yang lahir di tengah kesunyian padang pasir berbatu jazirah Arabia yang beribu-ribu tahun terkucil dalam keterasingan, adalah nur asy-syams wa al-baha’, matahari dan sinar keagungan. Dia memancarkan cahaya rahmat-Nya ke segenap penjuru dunia dari waktu ke waktu hingga yaum al-akhir , hari akhir. Bagaikan cahaya matahari menyibak kegelapan malam yang pekat, begitulah cahaya kelembutan dan rahmat yang terpancar dari keagungan dan kemuliaan-Nya menerangi sudut-sudut hari manusia yang berada di bawah terang-Nya melalui laki-laki buta huruf ini .

Jalaluddin Rumi, Romantisme Guru dan Murid

Image
Nama Jalaluddin Rumi begitu fenomenal dikalangan sastrawan. Syair, puisi, dan juga esai nya seakan sulit punah di dunia sastra. Karya-karyanya seperti Al-Matsnawi, Diwan Syams Tibriz, dan Kitab Fihi Ma Fihi masih dapat kita jumpai di perpustakaan maupun toko buku walau sudah berumur ratusan tahun. Kelihaian Jalaluddin Rumi ini membuat namanya tidak hanya dikenal oleh kalangan umat Islam tapi dikenal juga oleh dunia. Pesan-pesan cinta pada karyanya berhasil menghinoptis para pembacanya, “Rumi mengubah tanahku menjadi mutiara. Dari debu-debuku ia bangun suatu yang berbeda.” ujar Muhammad Iqbal, penyair kebangsaan Pakistan.

Syekh Abdussamad Al Falimbani, Ulama yang Anti Penjajah

Image
Bagi kaum muslimin di daerah Kalimantan tidaklah asing lagi dengan Kitab Hidayatus Salikin. Kitab ini dikarang oleh ulama asal Palembang yang bernama Syekh Abdussamad Al Falimbani. Beliau bukan sekedar ulama yang hanya mengarang kitab tetapi juga ikut berjuang bersama rakyat untuk mengusir penjajah dalam mempertahankan agama dan tanah air.

Ketika KH. Idham Chalid Dipenjara Belanda

Image
Dr. KH. Idham Chalid merupakan salah ulama Banjar yang banyak berkiprah di kancah nasional. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama selama 28 tahun. Selain itu, sebagai politisi beliau juga pernah menjabat ketua DPR dan MPR sekaligus salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).   Pada masa revolusi kemerdekaan KH. Idham Chalid ikut berjuang bersama Hasan Basry demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Banua Banjar