Posts

Pemilu Pertama Indonesia

Image
Jika ada yang bertanya tentang pemilu paling demokratis di Indonesia pasti tidak sedikit jawaban itu tertuju pada penyelenggaraan pemilu pertama tahun 1955. Pemilu yang dibagi dua tahap ini terjadi disaat Kabinet Burhanuddin Harahap. Peserta pemilu memperebutkan 260 kursi di DPR dan 520 kursi Konstituante juga ditambah 14 wakil golongan minoritas yang dipilih pemerintah.

Relasi Makassar, Suku Bugis, dan Aborigin

Image
Berkisaran antara tahun 1720-an sampai 1906 para pelaut dari Makassar dan Bugis sering mengunjungi pantai utara Australia untuk mencari ikan teripang. Hubungan ini sudah sangat jauh-jauh hari sebelum kedatangan bangsa eropa. Ikan teripang yang tadinya didapat diperjualbelikan dengan pedagang Cina. Setiap musim sekitar 30-60 armada perahu tidak jarang berkunjung.

Mereka yang Dipecundangi Bung Karno

Image
"Saudara saudara, musuh kita yang terbesar yang selalu merusakan keselamatan dan kesejahteraan Asia dan Indonesia ialah Amerika dan Inggris. Oleh karena itu, didalam peperangan Asia Timur Raya ini, Maka segenap kita punya tenaga, punya kemauan, punya tekad harus kita tunjukan kepada hancur leburnya Amerika dan Inggris itu. Selama kekuasaan dan kekuatan Amerika dan Inggris belum hancur lebur, maka Asia dan Indonesia tidak bisa selamat. Oleh karena itu, semboyan kita sekarang ini ialah hancurkan kekuasaan Amerika dan hancurkan kekuasaan Inggris. Amerika kita setrika! Inggris kita Linggis! Go to hell with your aid!" Bung Karno

Lebih dari Sekedar Tempat Bermain Sepakbola

Image
Agora merupakan tepat pertemuan terbuka di negara kota Yunani Kuno. Dalam perkembangannya tempat ini menjadi market place. Yang awalnya menjadi tempat umum hiingga menjadi pasar. Seperti itulah kiranya secara singkat. Aspek pasar menurut orang Yunani berarti berbicara/ngobrol. Di tempat

Mengingat Kekuatan Militer Indonesia Era Soekarno

Image
Masa pemerintah Soekarno antara tahun 1945-1965 merupakan bukan suatu periode yang singkat. Banyak tragedi yang terjadi saat itu. Dari awal kepemimpinan sampai akhir tanjuk kekuasaan yang berubah haluan. Namun sedikit yang tahu kekuatan militer pada masa Bung Karno. Pada era itu Indonesia dibantu besar-besaran oleh Uni Soviet di bidang militer untuk merebut kembali Irian Barat. Tidak tanggung-tanggung, armada udara dan laut militer ini merupakan yang termaju di dunia dengan bandrol US$2,5 miliar. Menandingi kekuatan Australia di bagian bumi selatan. 

Mengenang Verenigde Staten van Indonesië

Image
  Verenigde Staten van Indonesië atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Republik Indonesia Serikat. Merupakan negara federal yang menjadi  bagian dari kepingan puzzle sejarah bangsa ini. Berdiri tanggal 27 Desember 1949 hasil dari perjanjian Konferensi Meja Bundar. Konferensi ini dimulai pada tanggal 23 Agustus 1949. Jauh sebelumnya yaitu tanggal 4 Agustus 1949 Indonesia memilih delegasi untuk RI yang terdiri dari, Drs. Moh Hatta, Mr. Moh Roem, Prof. Dr.Mr . Supomo, dr. J.Leimena, Mr. Alisastroamidjojo, Ir. Juanda, Dr. Sukiman, Mr. Suyono Hadinoto, Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Karim, Kolonel T.B. Simatupang, dan Mr. Sumardi. Sementara delegasi dari BFO adalah Sultan Hamid II dari Pontianak. Konferensi ini berakhir pada 2 November 1949 dengan hasil sebagai berikut:

Pengasingan Syekh Yusuf Al-Makasari oleh Belanda

Image
Lahir dengan nama lengkap Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Yusuf Al-Makasari. Lahir dari pasangan Abdullah dan Aminah lalu memulai pendidikan agama di Cikoang saat usia 15 tahun. Syekh Yusuf juga berguru pada Sayyid Ba-Alawi bin Abdul Al-Allamah Attahir dan Sayyid Jalaludin Al-Aidid. Beliau juga dikenal dekat dengan Sultan Agung Tertayasa, Sultan Banten yang terakhir. Pernah singgah di Aceh lalu pergi ke Gujarat dan bertemu dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri, salah seorang penasihat Sulthanah Shafiyatuddin. Beliau berkelana selama kurang lebih 20 tahun mulai dari Gujarat, Yaman, Damaskus (Suriah) hingga akhirnya ke Makkah dan Madinah. Selesai menimba ilmu, Syekh Yusuf kembali ke Nusantara. Konon, ia tidak kembali ke Gowa, tetapi ke Banten dan bertempat tinggal di wilayah kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.