Posts

Sejarah Cinta Qasidah Burdah

Image
Pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW dapat dengan mudah dijumpai lewat syair-syair atau qasidah yang dikarang oleh para ulama. Diantara qasidah yang populer di Indonesia adalah al-Kawakib ad-Durriyah fî Madḥ Khair al-Bariyah atau yang biasa disebut qasidah Burdah.

Gelap Malam dan Sinar Purnama

Image
يَارَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَشْرَفِ بَدْرٍفِى الْكَوْنِ اَشْرَقْ “Ya Tuhan, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW. Bulan purnama termulia yang bersinar di alam” Seakan dunia gelap seketika disaat wabah penyakit menyerang penduduk bumi. Mereka yang terbiasa melihat cahaya dunia menjadi hening ketika tembok-tembok bumi membiarkan wabah menyebar ke seluruh penjuru. Atas perintah Tuhan mengizinkan mereka mendatangi negeri-negeri di utara maupun selatan   juga di barat dan timur.

Derai Embun di Tengah Kota

Image
DERAI EMBUN DI TENGAH KOTA Kota ketika sore… Jauh sebelum taman bunga itu dibangun Ia sudah menunggu di sana Melihat melati tumbuh untuk pertama kalinya

Romansa Kalimantan

Image
ROMANSA KALIMANTAN Intingan wan Dayuhan… Jauh dari ramainya lalu lalang perahu dari penjuru dunia Yang melintas di Sungai Barito masuk ke anak sungai Para ombak berbisik kisah kepadanya

Tan Malaka di Singapura

Image
Tan Malaka merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari ranah Minang. Walaupun menyandang gelar pahlawan nasional nama Tan Malaka seakan-akan masih tenggelam. Bahkan kisah-kisah perjuangannya hampir dilupakan begitu saja di zaman ini. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1925 Tan Malaka sudah memliliki gagasan mengenai bentuk negara Indonesia ketika merdeka. Hal ini ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (1925). Sebuah tulisan yang melampai zamannya. Bahkan, buku inilah yang menginspirasi perjuangan Soekarno. M. Hatta, dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Malam di Banjarbaru

Image
Nama Amandit sering disebut dalam senyapnya malam yang penuh aroma rindu.

Islamnya Dayak Bakumpai

Image
Suku Dayak Bakumpai merupakan salah satu subetnis Dayak Ngaju yang mendiami daerah aliran sungai Barito. Mayoritas Dayak Bakumpai berdiam di kota-kota utama seperti Marabahan, Muara Teweh, Buntok, dan Puruk Cahu. Menurut Tjilik Riwut, Dayak Bakumpai merupakan suku kekeluargaan yang masih termasuk golongan suku kecil Dayak Ngaju. Sebab itulah bahasa Dayak Bakumpai memiliki kemiripan dengan bahasa Dayak Ngaju.