Posts

Datu Amin, Pejuang Banjar Sekaligus Mufti Agama

Image
Perjuangan rakyat Banjar dalam menentang penjajahan Belanda melibatkan seluruh golongan masyarakat. Termasuk para tuan guru atau ulama yang ikut juga berjuang karena melihat kondisi umat yang ditindas. Diantara ulama Banjar tersebut ialah Syekh Muhammad Amin bin Haji Muhammad Yaqub atau yang masyur disebut masyarakat dengan panggilan Datu Amin Banua Anyar.

Dari Tenggara Kalimantan

Image
Yang bernyawa akan sampai waktunya menginginkan kematian. Karena rindu pada Kekasih. Perlukah merasakan pahitnya terlebih dahulu untuk peduli. Seandainya rasa manis memanglah sirna dari kampung ini, barulah kau mengingat dia?

Nahdlatul Ulama Yang Peduli Palestina

Image
Kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri yaitu menjunjung tinggi solidaritas terhadap sesama. Rakyat Indonesia mempunyai empati berlebih terhadap mereka yang mempunyai nasib penderitaan yang sama. Hal ini pula yang ditunjukan terhadap rakyat Indonesia terhadap nasib Palestina. Walau dipisahkan jarak yang sangat jauh bukanlah menjadi penghalang putusnya informasi tentang kondisi Palestina yang akhirnya terdengar di telinga rakyat Indonesia.

Mimpi Osman Ghazi akan Konstantinopel

Image
Kisah tentang kejamnya tentara Mongol sampai juga ke telinga sekelompok klan Orghuz. Ketika itu terjadi eksekusi massal terhadap penduduk Merv pada tahun 1221. Penduduk yang dieksekusi terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak tersebut digiring bersama lalu diserahkan kepada para prajurit untuk dieksekusi.

Kesetiaan dan Pengorbanan di Surgi Mufti

Image
Lebih dari seribu tahun yang lalu jalur-jalur sungai ini menjadi saksi. Mereka bersaksi atas kesetiaan, pengorbanan, perang, dan cinta. Teringat dalam pikiran menuju ke Surgi Mufti belakang Masjid Jami’. Sebab di sinilah beristirahat seorang yang begitu setia kepada orang-orang yang ia kasih. Disebutlah namanya ketika aku berkirim Al Fatihah, yaitu Pangeran Antasari.

Asrar Muhammad

Image
Muhammad al-Mushthafa Saw., laki-laki buta huruf (ummi) , yang lahir di tengah kesunyian padang pasir berbatu jazirah Arabia yang beribu-ribu tahun terkucil dalam keterasingan, adalah nur asy-syams wa al-baha’, matahari dan sinar keagungan. Dia memancarkan cahaya rahmat-Nya ke segenap penjuru dunia dari waktu ke waktu hingga yaum al-akhir , hari akhir. Bagaikan cahaya matahari menyibak kegelapan malam yang pekat, begitulah cahaya kelembutan dan rahmat yang terpancar dari keagungan dan kemuliaan-Nya menerangi sudut-sudut hari manusia yang berada di bawah terang-Nya melalui laki-laki buta huruf ini .

Jalaluddin Rumi, Romantisme Guru dan Murid

Image
Nama Jalaluddin Rumi begitu fenomenal dikalangan sastrawan. Syair, puisi, dan juga esai nya seakan sulit punah di dunia sastra. Karya-karyanya seperti Al-Matsnawi, Diwan Syams Tibriz, dan Kitab Fihi Ma Fihi masih dapat kita jumpai di perpustakaan maupun toko buku walau sudah berumur ratusan tahun. Kelihaian Jalaluddin Rumi ini membuat namanya tidak hanya dikenal oleh kalangan umat Islam tapi dikenal juga oleh dunia. Pesan-pesan cinta pada karyanya berhasil menghinoptis para pembacanya, “Rumi mengubah tanahku menjadi mutiara. Dari debu-debuku ia bangun suatu yang berbeda.” ujar Muhammad Iqbal, penyair kebangsaan Pakistan.