Posts

Subuh di Awal Tahun

Image
Dalam gapura awal tahun ini, disambut oleh limpahan air hujan yang turun dengan lembutnya. Pagi ini belum terlihat cahaya mentari yang biasanya menyapa rakyat penakluk subuh. Rakyat bangun lebih dahulu membelah keheningan hujan di awal tahun baru.

Benteng Madang Tidak Pernah Takluk

Image
Perang Banjar merupakan rangkaian peristiwa perlawanan rakyat Banjar dan Dayak di Kalimantan melawan penjajah Belanda. Salah satu peristiwa penting dalam episode Perang Banjar ini adalah pertempuran di Desa Madang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di desa ini dibangun sebuah benteng pertahanan oleh para pejuang yang dipimpin oleh Tumenggung Antaludin. Pembangunan benteng ini merupakan permintaan langsung dari Pangeran Antasari dan Demang Lehman.

Ksatria Bulan dan Bintang

Image
Di selatan masih banyak pohon-pohon tumbuh tinggi. Matahari pun tak segan menyapa pohon-pohon di selatan. Mereka bercengkrama mematuhi perintah Yang Maha Kuasa. Kalimat memuji pencipta semesta terlontar dari mereka. Sementara di sudut sana terjadi caci maki.

Mengingat Panglima Wangkang

Image
Masih begitu banyak pejuang-pejuang Kalimantan yang namanya tenggelam begitu saja. Mereka yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raga demi tanah air tercinta hilang begitu saja tanpa dikenang.   Hal ini pula yang terjadi pada pejuang-pejuang dari suku Dayak. Tidak banyak yang tahu bahwa pejuang-pejuang dari suku Dayak juga ikut bergabung dengan suku Banjar dalam Perang Banjar Barito. Salah satu pejuang dari suku Dayak tersebut ialah Panglima Wangkang.

Datu Amin, Pejuang Banjar Sekaligus Mufti Agama

Image
Perjuangan rakyat Banjar dalam menentang penjajahan Belanda melibatkan seluruh golongan masyarakat. Termasuk para tuan guru atau ulama yang ikut juga berjuang karena melihat kondisi umat yang ditindas. Diantara ulama Banjar tersebut ialah Syekh Muhammad Amin bin Haji Muhammad Yaqub atau yang masyur disebut masyarakat dengan panggilan Datu Amin Banua Anyar.

Dari Tenggara Kalimantan

Image
Yang bernyawa akan sampai waktunya menginginkan kematian. Karena rindu pada Kekasih. Perlukah merasakan pahitnya terlebih dahulu untuk peduli. Seandainya rasa manis memanglah sirna dari kampung ini, barulah kau mengingat dia?

Nahdlatul Ulama Yang Peduli Palestina

Image
Kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri yaitu menjunjung tinggi solidaritas terhadap sesama. Rakyat Indonesia mempunyai empati berlebih terhadap mereka yang mempunyai nasib penderitaan yang sama. Hal ini pula yang ditunjukan terhadap rakyat Indonesia terhadap nasib Palestina. Walau dipisahkan jarak yang sangat jauh bukanlah menjadi penghalang putusnya informasi tentang kondisi Palestina yang akhirnya terdengar di telinga rakyat Indonesia.